/>
Search:   

PART 1 - Work and Holiday Visa Australia: Peluang Kerja dan Jalan-jalan Bagi Mahasiswa Indonesia!

Cheri is a 20-something old Indonesian girl from Bandung who very soon will be coming to Australia on a "Work and Holiday Visa". She is a graduate of International Relations from one of the well known and reputable universities in Bandung and once was awarded a scholarship to study for one semester in Australia. She has also travelled to United States, China and some Southeast Asian countries. She is passionate about life, people, and culture. For her, everyone is unique, and believes we can all learn from one another. She writes a blog, listens to jazz music and doing batik business on her spare time. This month she provides insight into applying for the Australian "Work and Holiday Visa" and talks about her preparation to travel to Australia. This is a true story! 

=================================================================================================

Bagi mahasiswa dan anak muda Indonesia, traveling sedang menjadi sesuatu yang in dan sangat diminati. Dengan semakin menjamurnya maskapai penerbangan yang menawarkan promo harga tiket murah, semakin banyak juga mahasiswa Indonesia yang menghabiskan waktu liburannya tidak hanya untuk berwisata dalam negri, tetapi juga wisata ke luar negri. Pilihan yang menjadi favorit mereka adalah negara tetangga ASEAN terdekat yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand. Selain harga tiket yang murah, negara-negara ASEAN ini menawarkan kemudahan berwisata tanpa membutuhkan visa. Seringkali keinginan untuk berwisata ke tempat yang tidak termasuk kedalam anggota negara ASEAN menjadi batal, karena harus memikirkan betapa sulit proses mendapatkan visa, dan betapa mahal biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan visa. Tapi kini, Australia menjadi salah satu opsi yang menarik bagi para pelajar Indonesia yang ingin berwisata sekaligus mencari pengalaman kerja di negri kangguru ini.
Australia merupakan salah satu negara tetangga terdekat Indonesia. Sejak puluhan tahun lalu, cukup banyak pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Australia, dan tidak sedikit dari mereka yang kini tinggal dan bekerja di sana. Beberapa tahun ke belakang, hubungan bilateral antara pemerintah Indonesia (dalam bidang pendidikan) pun semakin membaik. Hal ini ditandai dengan diresmikannya kerja sama pemerintah dalam bentuk “Work and Holiday Visa” bagi anak muda Indonesia yang ingin berlibur sekaligus bekerja di Australia, dan bagi anak muda Australia yang ingin berlibur dan bekerja di Indonesia. Kerjasama ini telah berlangsung sejak tahun 2009, dan hingga saat ini, jumlah pelamar dari Indonesia selalu memenuhi kuota (100 orang setiap tahunnya). Biaya yang dikeluarkan untuk aplikasi visa besarnya $270 dan berlaku selama satu tahun. Visa ini diperuntukan bagi warga negara Indonesia dari umur 18-30 tahun, memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, dan telah mengikuti perkuliahan minimal dua semester atau telah lulus pendidikan minimal di tingkat diploma. Bagi yang ingin mengetahui persyaratan dan informasi lebih lanjut soal work and holiday visa, informasi selengkapnya ada di: http://www.immi.gov.au/visitors/working-holiday/462/indonesia/. Sedangkan untuk mencaritau harga tiket promo yang murah, bisa cek di situs maskapai penerbangan Jetstar, Air Asia, dan Tiger.
Work and Holiday Visa memperbolehkan pelajar Indonesia untuk bekerja, mengikuti pelatihan, atau mengikuti magang selama satu tahun di Australia. Dalam satu tahun, pemegang visa hanya boleh bekerja di sebuah perusahaan dengan kontrak maksimal 6 bulan, dan 6 bulan lainnya harus di tempat lain. Sedangkan untuk pelatihan, training, short-course, maksimal adalah 4 bulan, dan jika lebih dari itu, maka yang bersangkutan harus melamar Student Visa, bukan Work and Holiday Visa. Pemerintah Australia tidak bertanggung jawab untuk mencarikan pekerjaan bagi para pemegang visa, jadi disinilah tantangan terbesar untuk orang Indonesia yang ingin bekerja di Australia. Mampukah orang Indonesia bersaing untuk mendapatkan pekerjaan bersama dengan pelamar kerja dari negara lain?
Lapangan pekerjaan di Australia sebetulnya cukup luas, baik untuk pekerjaan di sektor formal atau informal. Tapi, mengingat visa ini hanya memperbolehkan kerja di satu perusahaan untuk 6 bulan, maka jenis pekerjaan yang masih memungkinkan untuk menerima pemegang visa ini adalah yang fixed-term contract (baik itu full-time maupun part-time) atau jenis pekerjaan casual dengan kontrak yang lebih fleksibel. Sektor-sektor yang biasanya membutuhkan pekerja dari Asia meliputi sektor perhotelan, teknisi computer, retail, farming, marketing, housekeeping, dan masih banyak lagi. Kalau punya bakat mengajar, cukup banyak juga dicari orang Indonesia yang mau mengajar bahasa Indonesia untuk orang Australia. Jasa translator dan interpreter pun cukup banyak dicari, dan perusahaan pun mau membayar cukup besar untuk pekerjaan seperti ini. Kalau senang dengan anak-anak, dan mau mengurus anak-anak, pekerjaan sebagai au-pair atau nanny pun bisa jadi pilihan. Informasi lowongan kerja formal bisa diperoleh dari situs www.seek.com.au, sedangkan untuk pekerjaan yang lebih casual bisa lihat di www.gumtree.com.au dan tentunya untuk perkerjaan yang khusus untuk orang Indonesia bias lihat di www.cicak2.com.au. Untuk gaji yang ditawarkan pun bermacam-macam tergantung jenis pekerjaannya. Standardnya biasanya sekitar $10 sampai $25, kalau cukup beruntung ada juga pekerjaan yang menawarkan gaji sampai $30 per jam!
Sejauh ini pengalaman saya apply untuk visa work and holiday tidak terlalu sulit. Asalkan semua persyaratan terpenuhi, dan datang tepat waktu pada saat pembukaan pendaftaran visa (setiap awal Januari dan awal Juli), pasti dapat bagian! Karena jumlah visa yang dikeluarkan setiap ­batch hanya untuk 100 pelamar, memang siapa cepat dia yang dapat, usahakan datang di minggu pertama awal bulan supaya tidak kehabisan. Mengenai pekerjaan, memang tidak mudah untuk mendapat pekerjaan kalau posisi kita masih berada di Indonesia, tetapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Selain siapkan CV dan cover letter yang baik (usahakan ketik yang rapi dengan grammar yang bagus), yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan adalah referensi. Umumnya perusahaan meminta surat referensi atau nomor kontak maupun e-mail orang yang bisa memberikan keterangan mengenai pengalaman kerja kita atau mengenai personality kita. Persiapkan minimal dua orang yang dipercaya, kalau bisa lebih dari dua lebih baik. Setelah mencoba melamar beberapa pekerjaan, sayapun akhirnya dapat respon jawaban. Ada yang mengundang untuk wawancara via Skype, ada juga yang meminta saya untuk datang langsung kalau saya sudah datang di Australia. Tentu ini akan menjadi pengalaman seru dalam hidup saya, dan saya sudah tidak sabar untuk segera berangkat kesana!
Cerita berikutnya akan bersambung di awal bulan Juli, kalau saya sudah siap berangkat menuju Australia dan siap berpetualang mencari pengalaman baru disana so STAY TUNED! 
*****

Comments or Questions for Cheri? Please use the comment box below.

Disclaimer: The information, opinions and analysis contained in this blog/article are based on the personal experience of the writer and Cicak2 claims no responsibility for any of the content or accuracy of information provided. The information preseneted should be used as a reference only and may not be accurate at the time of reading.

COMMENTS

11 Comments
arie_doetz arie_doetz
Jun 17, 2012 9:37 PM
hello cheri, u sekarang lagi ambil work and holiday visa ya di Oz?? kebetulan ada yg nawarin jg ke gw ini. bisa tolong share dikit?? apa aja prepare yg dilakuin pas masih di indo nya?? sama berapa $ kira" yg harus di bawa dari indo ke Oz nya?? Thx Before ya ^^
Cicak2 Admin Cicak2 Admin
Jul 1, 2012 10:15 PM
Jawaban dari Cheri: Persiapan yang dilakuin dari Indonesia, paling mulai cari-cari kerja, kira-kira kerjaan apa aja yang bisa dilakuin disana, biar ada bayangan mau ngapain aja. Selain itu, cari akomodasi juga penting. Kalau ada teman atau saudara, bisa ikut tinggal sementara di rumah mereka, bakal lebih enak tapi, kalau ngga ada sama sekali, tinggal di Youth Hostel atau Backpackers Lodge juga bisa tuh, harganya relatif lebih murah daripada di hotel. Kalau mau yg lebih menantang lagi, bisa cari host di Couchsurfing. Mereka adalah kumpulan travelers sedunia, yang bisa bantu untuk menyediakan tempat tinggal short-term. Kalau untuk berapa jumlah uang yang harus dibawa, baiknya cari tau dulu berapa rata-rata biaya hidup di kota yang kita tuju. Supaya aman, bawa uang minimal sebesar biaya hidup 1-2 bulan di kota itu. Misalnya, biaya hidup di Perth sekarang per bulan rata2 $1200an. Kalau bisa, bawa uang minimal $1200-2400. Perlu diinget juga nih, ngga semua orang bisa langsung dapet kerja yg bagus waktu dateng ke Oz. Ada aja yg harus nunggu berbulan-bulan baru bisa dapet kerja yang sesuai keinginan, jadi penting juga punya rencana yang matang dan punya alternatif lain kalau-kalau rencana utama kita gagal. Yang pasti, Australia has a lot of things to offer, so don't worry and happy exploring!
istudy.australia istudy.australia
Jul 5, 2012 11:28 AM
Halo Cheri! Ditunggu kedatangannya di Australia ya! Kalo ke Perth, kabar-kabarin :)
Winna Winna
Jul 24, 2012 2:42 PM
hai Cheri, kamu jg apply visa WH aussie thn 2012 kah??? kbtln gw jg apply thn ini, tp sampe skrg blm dapat info dr pihak imigrasi.. so still waiting... :)
cherika.novianti cherika.novianti
Jul 30, 2012 9:54 PM
Hi.. Yes I'm in Perth until next week :)
cherika.novianti cherika.novianti
Jul 30, 2012 9:57 PM
Hi Winna.. Aku applynya yg thn 2010. Udah minta surat dr imigrasinya? Biasanya prosesnya sekitar 3 minggu
esa.nayaka esa.nayaka
Sep 30, 2012 12:32 PM
Misalnya u/ mau berangkat th 2013 atau 2014 kita bisa apply dari sekarang?
benzsatrio.utomo benzsatrio.utomo
Dec 17, 2012 1:23 AM
"Sejauh ini pengalaman saya apply untuk visa work and holiday tidak terlalu sulit. Asalkan semua persyaratan terpenuhi, dan datang tepat waktu pada saat pembukaan pendaftaran visa (setiap awal Januari dan awal Juli), pasti dapat bagian!" Cheri saya mau tanya, apa kah betul saya bisa daftar untuk visa ini pada awal Januari? Pertama harus ke imigrasi indonesia kan untuk minta surat rekomendasi. Saya waktu bulan juli kemarin coba untuk minta surat itu dan sama orang imigrasinya dibilang sudah penuh dan sudah 170 orang yang daftar dan saya dimasukkan ke waiting list nomer 50. Kalau januari buka lagi, apa mungkin bisa dapat? Terima kasih. Benz
ovy ovy
Dec 17, 2012 10:42 PM
lho emang udah di tutup ya ?? bukannya kuota untuk applicant nya ditambah dari 100 jadi 1000 ?? baca di internet nih, kok 170 udah di tutup ?? baru mau ngajuin application soalnya, baru dapet kerjanya :( ...
benzsatrio.utomo benzsatrio.utomo
Dec 19, 2012 8:51 PM
Iya waktu itu juga saya mention bukannya mau di tambah jadi 1000, dan petugas imigrasi indonesia di kuningan malah tidak tahu mengenai itu. Makanya apa betul mereka buka lagi untuk januari? kalau betul saya mau apply lagi, saya sudah dapat beberapa tempat kerja tapi mereka mengsyaratkan saya punya visa tersebut. Jika ada yang punya info boleh beri tahu juga, hehe
nasir_sofyan nasir_sofyan
Aug 20, 2013 2:14 PM
Dear Admin http://http://www.cicak2.com.au, Saya pria 24tahun, ingin sekali mecari pengalaman bekerja di australia tp saya buta mengenai prosedur persiapannya(karena belum pernah kerja di LN). Yang ingin saya tanyakan : 1. Bagaimana urutan Prosedur pengurusan dokumen yg dibutuhkan termasuk visa kerja? 2. Berapa biaya hidup yg harus saya siapkan selama belum menemukan pekerjaan disana, dengan asumsi 2 bulan berusaha mencari kerja? 3. Youth Hostel atau Backpackers Lodge itu apakah seperti rumah kost? Dan rata" berapa biaya tinggal perbulan nya? Sementara itu dulu pertanyaan saya buat para Admin. Mohon tanggapannya ya... WUATB... :-)


Please logon to comment on this page.